...INGIN KU LAGUKAN SEINDAH SYAIR...

Kita akan terbiasa  

Monday, December 7, 2020

...unfinished poem...


Lama lama kita akan terbiasa,
terbiasa tanpa khabar,
terbiasa tanpa rindu,
Dan akhirnya terbiasa saling melupakan,

Lama lama kita akan terbiasa,
terbiasa saling terus menjauh,
terbiasa saling terus meyepi,
Dan akhirnya terbiasa saling menghilang. 

Lama lama kita akan terbiasa,
terbiasa untuk tidak mengharap,
terbiasa untuk tidak mengingati
Dan akhirnya terbiasa saling menyendiri

Lama lama kita terbiasa,
terbiasa hidup sendiri,
terbiasa tiada yang peduli,
Dan akhirnya redha tanpa ditemani.

...it's over...best of luck to you sahabat...

AddThis Social Bookmark Button


Sahabat...hidup ini ujian!  

Thursday, April 9, 2020

...ingin aku menulis disini...walau sumbang...aku ingin mencuba...

Sahabat...hidup ini ujian!



sahabat ku itu 
ibarat bintang di langit
walau jauh tapi ia selalu bersinar
selalu ada walau tak bertemu
terkadang menghilang 
namun pasti akan kembali

sahabat ku itu
selalu mampu membuat aku tersenyum
dengan cara sendiri
dalam bicara sentiasa menjaga lisan 
selalu berpesan pesan
menjaga diri bila di uji

...untuk sahabat sejati saya yang juga kehilangan...Mie, kita sama sama harungi dugaan ini...sabarlah...


AddThis Social Bookmark Button


Aku bagaikan burung yang patah sayap  

Wednesday, April 8, 2020

...ingin aku menulis disini...walau sumbang...aku ingin mencuba...


...was copy and paste from my page; SEPI ITU BUKAN KHAYALAN...

Unfinished poem........

Aku bagaikan burung yang patah sayap
Menatap awan di langit luas
Menanti penuh harapan
bagai langit kehilangan senja  

Aku bagaikan burung yang patah sayap
Bak penglipurlara kematian ilham
yang hilang puitis katanya
meniti indahnya kesepian

Aku bagaikan burung yang patah sayap
Berbisik kala bicara
persis nenunggu hadirnya ketenangan
sesungguhnya ia bukan satu khayalan

Aku bagaikan burung yang patah sayap
Merenung jauh mengingati masa silam
pada malam dalam cahaya bulan
meniti pelangi tanpa hadirnya hujan

Aku bagaikan burung yang patah sayap
setabah pendengar ombak, pengamat malam
namun tetap teguh menghapus kenangan 
andai melupakan adalah jalan

AddThis Social Bookmark Button


Kita bukan penduduk bumi  

Friday, March 20, 2020

...ingin aku menulis disini...walau sumbang...aku ingin mencuba...

Cantik bait bait Puisi ini...saya tidak pasti siapakah penulisnya. Tidak juga tahu bila ianya ditulis...Namun saya kongsikan disini untuk tatapan pembaca yang budiman...Terima kasih kepada penulis kerana telah menciptakan sebuah tulisan indah...yang tentunya amat menusuk kalbu...dari carian saya...ianya dari sini; Sang Pencerah; Kita Bukan Penduduk Bumi.


Kita bukan penduduk bumi
kita adalah penduduk syurga
Kita tidak berasal dari bumi
tapi kita berasal dari syurga

Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah kita
Kembali ke kampung halaman yang lama kita tinggalkan

Dunia ini bukan rumah kita
Maka jangan alpa dengan kesenangan dunia
Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali kerumah kita

Tak rindukah pada kampung anda?

Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang selalu mengingat rumahnya dan
mereka mencari buah tangan untuk kekasih hatinya
yang menunggu di rumah...

Lantas, apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita?

Rabb yang mulia
Dia hanya meminta amal sholeh dan keimanan
taat padaNya serta rasa rindu padaNya
Yang menanti di rumah
Begitu beratkah memenuhi perintahNya?

Kita tidak berasal dari bumi
Kampung asal kita adalah di syurga

Kenapa kita lupa?

Rumah kita jauh lebih indah di sana
Kenikmatannya tiada terlukiskan
dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita
Ada isteri sholehah
Ada suami sholeh
serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati
Mereka rindu kehadiran kita, setiap saat menatap menanti kedatangan kita
Mereka menanti khabar baik dari Malaikat Izrail

Bila Keluarga mereka akan pulang?

Ikutilah peta (Al Qur'an) yang Allah titipkan sebagai pedoman perjalanan
Jangan sampai salah arah dan berbelok ke rumahnya iblis laknatullah yaitu neraka

Kita bukan penduduk bumi
kita penduduk syurga
Bumi hanyalah perjalanan
Moga perjalanan kita kesana selamat dan diRahmati

INGAT...INI BUKAN RUMAH KITA

Sesiapapun jua penulis bait bait indah ini...semoga kehidupan anda dirahmati Allah...



AddThis Social Bookmark Button


Hidup ini penuh rahsia  

Tuesday, April 4, 2017

...ingin aku menulis disini...walau sumbang...aku ingin mencuba...

Hidup ini penuh rahsia
Alunan puisi mampu bercerita
Kisah hidup penuh derita
Tika usia melewati masa
Tiada canda mengungkap kata
bisu bicara melayan duka
memandang arus di depan mata

sekilas
mungkin sempat aku terlena
hingga senja bermenung leka
tanpa sedar diri terhina

melaut
Mungkin ada dalam cerita
disisip ilham pujangga lama
indah susunan alunan bicara bisa
pedih menikam jiwa

pasrah
dalam bahasa dialam maya
Angkuh sungguh mainan manusia
berpuisi sambil bertingkah kata

alpha
kerna lupa pada diri
riak takbur persis diungkap
mentafsir kejadian sang Pencipta
 namun, ingatlah kejadiannya alam
tak kala siang berganti malam
ada tangisan dari derita

namun
jauh dilubuk hati
tertusuk pedih disanubari
yang tiada padam untuk diratapi
membawa seribu erti
dalam dunia yang fana ini
.................


AddThis Social Bookmark Button


Jika Aku Pergi Dulu  

Monday, December 15, 2014

Jika aku pergi dulu
Maafkanlah aku
Atas khilaf ku yang lalu
Gantikanlah tempat ku dengan yang baru
Kerna aku bukan yang terbaik untuk mu

Jika aku pergi dulu
Ampunilah dosa dosaku
Kata kata kesat ku dulu pernah menjadi bisa dalam hidup mu
Ku harapkan bahagia untuk mu
Kerna aku bukan yang layak buat dirimu

Jika aku pergi dulu
Halalkanlah makan minum ku
Izinkan aku melalui jalan jalan sepi ku
Hilanglah nanti duka mu tika bersama ku
Kerna aku persis hilangnya tawa mu dulu

Jika aku pergi dulu
Sedekahlah doamu untuk ku
Sebagai hadiah pengorbanan ku
Kerna aku ikhlas membantu mu
Tika bala menerjah kamu

Jika aku pergi dulu
Lindungilah buah hati ku
Setulus seikhlas jiwa ragamu
Kerna mereka telah membahagiakan hidupku
Tak kala aku pernah bergelar ibu

haYat


02082014





AddThis Social Bookmark Button


Saya,Dia dan Mereka  

Monday, December 15, 2008

Aku tak pernah derhaka

Yang terjadi adalah bala

Diturunkan Tuhan kerana dosa

meredah maya yang telah dicipta

Mungkinkah…

mungkinkah ada hikmahnya

Tuhan jua yang Maha Kaya

Ditunjukkan kepada dunia

Siapa saya

Siapa dia dan siapa mereka

Walau tak ku tahu kenapa

Dimana lagi khilafnya

Namun…yang pasti

Kejujuran sering disalah ertikan

AddThis Social Bookmark Button


BICARA  

Thursday, September 18, 2008

Bicara

Beberapa purnama berlalu

Aku masih terkelu

Kerna…

Bicara bisa masih ada

Entah kenapa

Masih belum reda

Atau mungkin…

masih terluka agaknya

Terkadang…

Hati amat terasa

Kerna…

kudrat ku telah tiada

juga…

masih belum ku mampu berkata

menepis kata nista

Masih terdengar kata menghina

Namun…

Aku masih mampu terima

“Tak apa lah…biarkan saja”

Mereka masih muda

Masih belum merasa

Erti hidup sebenar

“Lupakan lah…mungkin juga salah saya”

Kerna terlalu alfa…

Pada bicara kata

yang…

Sering buat saya terleka

“maafkanlah saja… itu semua cerita lama”

Kerna aku telah dewasa

Bisa mampu menahan rasa

Hidup ibarat roda dunia

Tiada guna sambung sengketa

Menambah retak yang sedia ada

Biarlah…biarlah…

aku terima…

walau tanpa rela

kerna…

Jauh disudut hati

Aku amat terasa…

Ibarat lautan tiada bertepi

Tiada terungkap sesalnya diri

Sudah suratan jadi begini

biar ku pujuk hati sendiri

harap tidak berulang lagi…

hayat

18hb Sept,2008

@1610hrs

AddThis Social Bookmark Button


ERTI KEMERDEKAAN  

Sunday, August 31, 2008

Dan jatuhnya hanya beberapa hari
lalu terbelenggu 400 tahun
suatu tempoh yang amat payah dan panjang
pengabdian dan kehilangan yakin diri
43 tahun kita berdiri menebus maruah
merdeka mentafsir diri sendiri dan bangga pada apa yang ada
masih mahukan harga itu diperjudikan?

Kita tidak akan mempertaruhkan nasib itu
di tangan kita masih panas
keringat, tulang belulang dan tenaga fikir
menghayun langkah membina wawasan
waspada harimau di matahari terbenam
tidak akan hilang belangnya
mengisytiharkan dirinya yam tuan tunggal sejagat
yang lemah longlai
yang gagah gergasi
akan meruntuhkan segala sempadan rimba
atas nama membina perkampungan dunia
mahukah kita biarkan
mereka menginjak-injak dan menghancurkan taman kecil permai ini?

Rimba tanpa sempadan
atas nama “kebaikan” menyelinap menusuk matafikir
hidupan dunia ketiga terpaku takjub dengan slogan
‘kasih alam
ketelusan hukum
keadilan timbangan
kesatuan warga dunia
kebebasan mutlak’
lalu beraraklah anak-anak bumi ini meraikan kesatuan alam
dengan sorak sorai
‘runtuhkan sempadan!
runtuhkan sempadan!
runtuhkan korupsi
runtuhkan kolisi’

dan di belakang mereka tidak melihat
bayang-bayang belenggu halimunan
yang lebih ganas daripada segala yang ganas
kita pun akan kehilangan harga dan erti diri
mengapa diundang mereka
dan mereka tiba-tiba berada di depan pintu rumah kita?
Kita telah bangun dengan segala kepayahan
membuka belantara dan mempertahankan warisan
kita tafsir merdeka mengikut acuan sendiri
merdeka kita dengan fikiran
dan kita pertahankannya dengan fikiran
dunia sudah melihat kita
dunia sudah menghormati kita
Timur dan Selatan mengharapkan kita
mereka datang berbondong-bondong mencari bumi ini
perlindungan dan erti hidup
mengapa kita sendiri masih belum mahu melihat
dengan tangan masih terbelenggu ke belakang
dan hanya sesekali menjulangnya
mengikut rentak genderang dunia matahari terbenam?
Bijak pandai pernah berpesan
‘mereka yang tidak belajar dari sejarah mereka didera
dengan mengulangi kesalahan-kesalahan mereka berkali-kali’
sejarah mengajar kita betapa kukuh sesuatu bangsa
akan tetap kecundang bila ditikam dari belakang
mengapa kita mula halalkan sejarah hitam berulang?

Nasib kita genggam
dengan tangan sendiri dan segala kudrat kurniaan
kita jalin kekuatan sulaman kasih bangsa
kita didihkan dia dengan tradisi semangat juang
maruah bangsa kita julang ke mercu alam
kita bangunkan suatu tamadun cinta damai
di sini kita ajar anak-anak kita erti sayang
di sini kita tawarkan dunia menaja kemanusiaan
dan bukan alat peperangan
dunia belajar erti merdeka sejati
mempelajari dan menerima segala perbezaan
merdeka menafsir hidup tanpa paksaan kuasa

Di sini kita yakin segalanya boleh
Di sini kita yakin segalanya boleh
Itulah erti kemerdekaan

Perjuangan ini mesti diteruskan.

~ Tun Mahathir Mohamad

AddThis Social Bookmark Button


BEING A NURSE MEANS....  

Sunday, August 10, 2008

Being a NURSE means...

You will never be bored.
You will always be frustrated.
You will be surrounded by challenges.
So much to do and so little time.
You will carry immense responsibility
and very little authority.
You will step into people's lives
and you will make a difference.
Some will bless you.
Some will curse you.
You will see people at their worst...
and at their best.
You will never cease to be amazed
at people's capacity for
love, courage, and endurance.
You will see life begin...and end.
You will experience resounding triumphs
And devastating failures.
You will cry a lot.
You will laugh a lot.
You will know what it is to be human
and to be humane.


Melodie Chenevert


AddThis Social Bookmark Button


AKU...  

Thursday, June 19, 2008


Jantung hamper terhenti

Hanya menunggu mati

Tiada alasan lagi

Mungkin sudah masanya untuk pergi

Terkilan rasanya dalam hati

Hidup harus jadi begini

Namun nasib ditentu Illahi

Telah ditakdirkan sejak azali

Hanya redha menunggu diadili

Mengharap doa jika ku pergi

AddThis Social Bookmark Button


...ermm...  

Wednesday, June 4, 2008


Pintu tertutup rapat
Tali tersimpul erat
Cahaya tidak terlihat
Bersuluh jalan hampir ku tersesat
Namun
Masih tidak ku dapat
Berteduh menghilang penat

hayat_11

AddThis Social Bookmark Button


Hasrat Tak Terucap  

Monday, May 26, 2008



Saya ingin menulis lagi
segala yang tersirat
namun yang tersurat
tidak mampu ku catat
pena terhenti
kerna angin dingin
membawa pergi
kata yang terungkap
dan madah yang terucap

Aku ingin menulis lagi
namun hasrat tak sampai
tiada ruang yang pasti
'keindahan' disini semakin sepi
teman telah pergi
mungkin tidak kembali lagi
tanpa ku tahu sebabnya
tapi yang pasti
aku meredhai
segala yang terjadi
mungkin ada sesuatu
disebaliknya nanti
yang tidak ku ketahui

Aku ingin menulis lagi
segala hasrat hati
yang membungkam selama ini
tapi ruang itu telah tiada lagi
telah dibawa pergi
bersama derasnya angin semalam
disaksikan bulan
dan dingin malam yang suram
lantas aku
bersimpuh disitu
mencari kata yang tidak terungkap
meratap pilu bersama kenangan
dan kehilangan
sebuah DIARI
yang selama ini ku simpan
diruang hati

tersentuh aku dalam khayalan
menghitung detik waktu
yang masih tersisa
untuk ku hela nafas ini
yang memungkinkan
aku bisa menulis lagi
dengan kerelaan diri
dan hayat ini
sebagai pengganti

hayat_11
Bahrain_02Feb2008

AddThis Social Bookmark Button


PERJUANGAN YANG BELUM SELESAI  

Sunday, May 18, 2008


Sesungguhnya tidak ada yang lebih menyayatkan
dari melihat bangsaku dijajah
Tidak ada yang lebih menyedihkan
dari membiarkan bangsaku dihina

Air mata tiada ertinya
sejarah silam tiada maknanya
sekiranya bangsa tercinta terpinggir
dipersenda dan dilupakan

Bukan kecil langkah wira bangsa
para pejuang kemerdekaan
bagi menegakkan kemuliaan
dan darjat bangsa
selangkah beerti mara
mengharung sejuta dugaan

Biarkan bertatih
asalkan langkah itu yakin dan cermat
bagi memastikan negara
merdeka dan bangsa terpelihara
air mata sengsara
mengiringi setiap langkah bapa-bapa kita

Tugas kita bukan kecil
kerana mengisi kemrdekaan
rupanya lebih sukar dari bermandi
keringat dan darah menuntutnya

Lagi pula apalah ertinya kemerdekaan
kalau bangsaku asyik mengia dan menidakkan,
mengangguk dan membenarkan,
kerana sekalipun bangganya negara
kerana makmur dan mewahnya,
bangsaku masih melata
dan meminta-minta di negaranya sendiri

Bukan kecil tugas kita
meneruskan perjuangan kemerdekaan kita
kerana rupanya selain memerdekakan,
mengisi kemerdekaan itu jauh lebih sengsara

Bangsaku bukan kecil hati dan jiwanya
bukankah sejak zaman berzaman
mereka menjadi pelaut, pengembara
malah penakluk terkemuka?
Bukankah mereka sudah mengembangkan sayap,
menjadi pedagang dan peniaga

selain menjadi ulama dan
ilmuan terbilang?
Bukankah bangsaku pernah mengharung
samudera menjajah dunia yang tak dikenal
Bukankah mereka pernah menjadi
wira serantau yang tidak mengenal
erti takut dan kematian?
Di manakah silapnya hingga bangsaku
berasa begitu kecil dan rendah diri?
Apakah angkara penjajah?
Lalu bangsaku mulai
melupakan kegemilangan silam
dan sejarah gemilang membina empayar

Tugas kita belum selesai rupanya
bagi memartabat dan
memuliakan bangsa
kerana hanya bangsa yang berjaya
akan sentiasa dihormati

Rupanya masih jauh dan berliku jalan kita
bukan sekadar memerdeka dan mengisinya
tetapi mengangkat darjat dan kemuliaan
buat selama-lamanya

Hari ini, jalan ini pasti semakin berliku
kerana masa depan belum tentu
menjanjikan syurga
bagi mereka yang lemah dan mudah kecewa

Perjuangan kita belum selesai
kerana hanya yang cekal dan tabah
dapat membina mercu tanda
bangsanya yang berjaya

Dr. Mahathir Mohamad
Mei 1996



AddThis Social Bookmark Button


MELAYU  

Tuesday, May 13, 2008

Melayu itu orang yang bijaksana
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampu bijak beralas tangan.

Melayu itu berani jika bersalah
Kecut takut kerana benar,
Janji simpan di perut
Selalu pecah di mulut,
Biar mati adat
Jangan mati anak.

Melayu di tanah Semenanjung luas maknanya:
Jawa itu Melayu, Bugis itu Melayu
Banjar juga disebut Melayu, Minangkabau
memang Melayu,
Keturunan Acheh adalah Melayu,
Jakun dan Sakai asli Melayu,
Arab dan Pakistani, semua Melayu
Mamak dan Malbari serap ke Melayu
Malah mua'alaf bertakrif Melayu
(Setelah disunat anunya itu)

Dalam sejarahnya
Melayu itu pengembara lautan
Melorongkan jalur sejarah zaman
Begitu luas daerah sempadan
Sayangnya kini segala kehilangan

Melayu itu kaya falsafahnya
Kias kata bidal pusaka
Akar budi bersulamkan daya
Gedung akal laut bicara

Malangnya Melayu itu kuat bersorak
Terlalu ghairah pesta temasya
Sedangkan kampung telah tergadai
Sawah sejalur tinggal sejengkal
tanah sebidang mudah terjual

Meski telah memiliki telaga
Tangan masih memegang tali
Sedang orang mencapai timba.
Berbuahlah pisang tiga kali
Melayu itu masih bermimpi

Walaupun sudah mengenal universiti
Masih berdagang di rumah sendiri.
Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak.

Watak Melayu menolak permusuhan
Setia dan sabar tiada sempadan
Tapi jika marah tak nampak telinga
Musuh dicari ke lubang cacing
Tak dapat tanduk telinga dijinjing
Maruah dan agama dihina jangan
Hebat amuknya tak kenal lawan

Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan diulur sentiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut

Baiknya hati Melayu itu tak terbandingkan
Selagi yang ada sanggup diberikan
Sehingga tercipta sebuah kiasan:
"Dagang lalu nasi ditanakkan
Suami pulang lapar tak makan
Kera di hutan disusu-susukan
Anak di pangkuan mati kebuluran"

Bagaimanakah Melayu abad dua puluh satu
Masihkan tunduk tersipu-sipu?
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan;
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran;
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan.

Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memiliki ekonomi mencipta budaya
Menjadi tuan di negara Merdeka


OLEH:DATO' USMAN AWANG

AddThis Social Bookmark Button


DUNIA KU  

Monday, May 12, 2008

Rasa cinta ajaib nikmatnya
Hanya nasib menentukan hidup
Nampak riang tetapi gelisah
Dunia ku
Aku tahu indah alam maya
Merah hijau meliputi bumi
Langit biru tempat ku berlindung
Duniaku

Dimanakah dosa hamba
Betapa begini
Gelap gelita jadinya
Alam nyata
Ku hidup tidak berteman
Mungkin selamanya
Keindahan itu bukan
Milik daku

Tiap detik ku duduk berdoa
Moga Esa mencurah kurnia
Hilang lenyap gelap yang menutup
Dimanakah dosa hamba betapa begini
Gelap gelita jadinya alam nyata
Ku hidup tidak berteman
Mungkin selamanya
keindahan itu bukan
Milik daku

Nyanyian S.Ahmad...

AddThis Social Bookmark Button


Wanita  

Saturday, May 3, 2008

ALLAH s.w.t berfirman, "Ketika Aku menciptakan wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan."

AddThis Social Bookmark Button


Cantik  

Wednesday, April 30, 2008


Sabda Rasulullah s.a.w, "Carilah penampilan yang paling cantik supaya orang melihat Islam itu indah dan supaya kamu menjadi tanda dalam masyarakat."

AddThis Social Bookmark Button


Persahabatan~Khalil Gibran  

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

~ Khalil Gibran

AddThis Social Bookmark Button


DEAR NURSES  

Monday, April 28, 2008

"IN ADVANCE"
FOR THE NURSES DAY...on 12 MAY 2008...I WISH TO SAY...


Friends...
Our job is not easy
We start at 0700
And shift end at 1900
But yet the work doesn't end
Responsibility never stop
Start shift at 1900 for nite
End shift the next morning
People are sleeping
But we are running
For life saving
But...no one see
No one care

Friends
While at work...ward is alway busy
We're always hungry and thirsty
But time is short
Stomach making sound
Giking some signal
But yet...
huhu...food time unavailable
Coz' bedpan and urinal
Was given priority
But our bladder never being emptied

Friends...
We sacrifice a lot
We cried often
and yet we still able to continue
To smile
To give care to our patient
Hence' its sickening

Friends...
Being scolded by doctors
We feel sad
Having complain by relatives
We get upset
Though it was not our fault
Neither mistake
No one appreciate
With what we did
And yet...we're able to manage
To comfort our feeling
Though...it's hurting

Friends...
We always have to be patient
ALWAYS!!!
Although...tears drop
Feeling hurt
Giving sponging and backcare is tiring
Cleaning vomit,PU,BO,sputum and blood is...yeahkk
Infectious cases is threatening
It's really very...uhh...what I would say
No words to describe
But by end of the day
We feel greateful
We did something good for the sick
May God will bless to all of us
TO ALL THE NURSES





AddThis Social Bookmark Button


Design by Amanda @ Blogger Buster